Minggu, 26 Januari 2014

Kendala Melatih Drum Band Dan Solusinya

Kendala Melatih Drum Band Dan Solusinya
Alat musik  Drum Band termasuk dalam dua kategori, yaitu olahraga dan seni. Mengapa demikian? 
Masuk dalam kategori olahraga karena dalam pelaksanaan latihan dan pementasannya terdapat unsur-unsur yang menggunakan phisik, seperti jalan sambil membawa alat. Berjalan dalam suatu barisan sambil membawa alat tentunya memerlukan kondisi phisik yang prima. Oleh karena itulah ada yang menyebutnya dengan Olahraga Drum Band.
Yang namanya alat musik sudah tentu termasuk dalam kategori seni. Bahkan sudah tidak asing lagi dengan istilah Seni Musik. Maka Drum Band ini juga merupakan salah satu kegiatan  yang berkaitan dengan seni musik. Kira-kira seperti itulah penjelasannya.
Melatih Drum Band bisa dibilang sulit sekali, karena disebabkan beberapa faktor, seperti :
  • Jumlah alat yang banyak dan  terbagi beberapa jenis
  • Memerlukan personil yang banyak, biasanya sesuai dengan jumlah alatnya
  • Belum pernah ikut atau aktif di Drum Band sebelumnya
  • Tidak ada yang membantu memecahkan masalah ketika mengalami kesulitan
Melihat kenyataan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa mengapa Drum Band dalam perkembangannya agak tersendat-sendat, terutama di daerah-daerah yang sangat minim dengan pelatih. atau sangat susah sekali mencari pelatih. Kalaupun ada yang menawarkan biayanya lumayan mahal. Banyaknya alat yang digunakan akan menyulitkan pelatih, apalagi tidak ada teman yang mendampingi saat latihan. Sedikitnya harus ada empat orang pelatih dalam satu team. Karena idealnya masing-masing kelompok alat harus ada yang mendampingi satu orang.
Untuk menyiasati kendala ini, sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut ini :
  • Gunakan istilah Ka dan Ki. Ka untuk kanan dan Ki untuk kiri. Artinya jika kita memerintahkan anak untuk memukul alat dengan tangan kanan, gunakan bahasa Ka. Sebaliknya memukul dengan tangan kiri gunakan bahasa Ki.
  • Gunakan istilah Pam Pom. Pam untuk pukulan tangan kanan dan Pom untuk pukulan tangan kiri.
  • Luangkan waktu istirahat saat jam belajar untuk melatih lagu baik untuk pianica atau untuk marchingbell.
  • Atur waktu sedemikian rupa agar kita dapat melatih LKBB juga
  • Memadukan antara instrument dan perkusi harus memilih waktu khusus. Ini dilakukan biasanya kalau lagu dan pukulan sudah hapal.
  • Pahamilah kondisi pemain, jangan sampai kondisi mereka sudah kelelahan, dipaksakan untuk latihan. Hal ini akan mengganggu konsentrasi pemain.
  • Manfaatkan media online (internet) untuk mencari inspirasi dan solusi
Pada dasarnya setiap pelatih memiliki trik yang berbeda-beda. Mungkin bagi yang sudah profesional, cara-cara diatas sudah tidak diperlukan lagi. Tips ini saya bagikan bagi pelatih yang biasanya melatih sendiri seperti saya. Perlu waktu dan ketekunan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Semoga ada manfaatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More