Jumat, 31 Agustus 2012

Mengenal Lebih Dekat Atlet

Mengenal Lebih Dekat Atlet
Ketika kita diberi kepercayaan untuk melatih sebuah klub olahraga atau membina sebuah ekstrakurikuler olahraga, maka kita  akan dihadapkan pada beberapa persoalan yang harus dihadapi. Diantaranya adalah masalah dana atau masalah atlet. Kedua masalah ini kerap kita temukan pada saat menghadapi sebuah event atau turnamen. Pada artikel saya kali ini bukan membahas masalah dana, tetapi masalah atlet sendiri.
Pada saat proses latihan dan pembinaan sedang berjalan ada saja hal-hal yang selalu muncul. Diantaranya :
1.    Atlet sering datang terlambat
2.    Jarang mengikuti latihan
3.    Banyak melamun
4.    Tidak konsentrasi ketika latihan
5.    Suka menyendiri saat istirahat

Timbulnya masalah diatas tentu bukan hal sepele bagi pelatih atau pembina, apalagi atlet tersebut merupakan pemain inti kita. Pasti ada penyebabnya. Sebagai pelatih atau pembina yang selalu peduli, harus dicari yang menyebabkan masalah itu bisa muncul.
Pelatih merupakan seorang pemimpin yang harus tahu keadaan atletnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, pelatih harus mengenal lebih dekat lagi atletnya sendiri. Berikut ini ada bebrapa hal yang harus diperhatikan bagaimana cara pendekatan terhadap atlet, diantaranya :
1.    Cari tahu siapa Dia (atlet)
2.    Siapa Orang Tuanya
3.    Apa pekerjaan orang tuanya
4.    Bagaimana keadaan keluarganya
5.    Dimana rumahnya
6.    Dengan siapa ia tinggal
7.    Dimana saja keluarganya
8.    Dimana sekolahnya
9.    Bagaimana prestasi di sekolahnya
10.    Bagaimana biaya sekolahnya
11.    Siapa yang menanggung biaya hidupnya
12.    Sudahkah ia bekerja
13.    Dimana tempat pekerjaannya
14.    Berapa pendapatannya
15.    Apa kegiatannya tiap hari
16.    Siapa orang yang paling dekat dengannya
17.    Siapa pacarnya
18.    Untuk apa ia olahraga
19.    Sejak kapan suka berolahraga
20.    Kapan hari ulang tahunnya
21.    Apa kebiasaannya yang paling dominan
22.    Pada siapa ia suka mengeluh

Dengan mengetahui keadaan atlet kita sendiri, itu akan mempermudah kita untuk mencari solusi atau jalan keluarnya. Contohnya, atlet tersebut kurang mampu dari segi ekonomi, sehingga ia suka datang terlambat. Mungkin ia tidak mempunyai ongkos untuk naik angkot atau ojek. Maka tidak ada salahnya jika kita membantu dengan memberikan ongkos atau biaya untuk naik kendaraan. Itu hanya sekedar contoh saja, karena setiap Pelatih atau Pembina olahraga mempunyai solusi masing-masing untuk masa depan atletnya.
Semoga bermanfaat.
Artikel terkait >>>>

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More