Selasa, 22 Mei 2012

Teknik Perekrutan Anggota Drum Band


Teknik Perekrutan Anggota Drum Band
Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Drum Band dan Marching Band merupakan primadonanya sebuah sekolah. Baik itu sekolah negeri maupun sekolah swasta. Sebuah sekolah yang sudah memiliki alat kesenian drum band yang benar-benar aktif dalam kegiatannya akan menjadi suatu incaran calon siswa baru. Bukan hanya itu saja sekolah akan lebih dikenal lebih jauh lagi apabila team drum bandnya sudah dapat tampil di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi.
Menjadikan ekstrakurikuler yang benar-benar primadonanya sekolah tidaklah gampang. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk kearah sana diantaranya : 

2.    Program latihan yang tersusun rapi
3.    Kegiatan latihannya harus benar-benar aktif
4.    Alat dan pakaian yang memadai
5.    Pelatih yang benar-benar mau memajukan drum band
6.    Dukungan penuh dari sekolah
7.    Setiap penampilannya selalu membuat kesan yang baik

Dari semua kriteria tersebut diatas hanya satu poin dulu yang akan dibahas kali ini, yang lainnya menyusul. Dalam bahasan kali ini, penulis akan sedikit berbagi pengalaman tentang poin no. 1 yaitu Teknik Perekrutan Anggota Drum Band. Cara perekrutan ini, biasa penulis lakukan selama empat tahun ini. Dan hasilnya penulis mendapatkan anggota drum band yang benar-benar mempunyai loyalitas tinggi terhadap teamnya.
Perlu diketahui bahwa, calon anggota drum band sangat berbeda dengan sepak bola atau futsal. Pada drum band calon anggota benar-benar kemampuannya nol besar atau belum bisa sama sekali. Adapun teknik perekrutan anggota drum band yang biasa dilakukan adalah :
  1. Uji kemampuan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Karena di drum band setiap anggota harus mampu menguasai baris-berbaris. Pada pelaksanaannya kita dapat mengerahkan para seniornya untuk melakukan test, pelatih atau pembina hanya memantau saja.
  2. Hearing Test. Test ini sangat penting di adakan dengan tujuan untuk menguji sejauh mana kemampuan mendengar calon. Sebab pada prakteknya nanti akan dipadukan semua poin yang diujikan ini. Tekniknya tergantung kita. Apakah dengan bunyi-bunyian atau mengulang kata-kata lisan yang kita bacakan. Kalau bisa, pelatih atau pembinanya yang langsung turun tangan atau memberikan materi ini.
  3. Penggunaan alat. Tekniknya adalah, beri kesempatan setiap calon untuk menggunakan seluruh alat drum band yang kita miliki. Berikan suatu contoh pukulan baik pada tenor drum maupun senare drum. Biarkan mereka meniru irama pukulan yang kita contohkan. Pada tahap ini pelatih atau pembina harus terjun langsung untuk menjaring calon anggota. Jangan lupa tandai setiap kemampuan anak agar memudahkan kita nanti. Yang perlu diingat bahwa, semua calon pada dasarnya belum bisa menggunakan alat tersebut. Kecuali mereka yang sudah terbiasa bermain dengan pianika.
  4. Mayoret. Khusus untuk bagian ini, pelatih harus benar-benar jeli. Dapatkan mayoret yang berjiwa pemimpin. Masalah kriteria mayoret biasanya setiap pelatih dan pembina punya pandangan berbeda. Kalau penulis selalu mencari mayoret yang benar-benar bisa dibina. Karena mayoret itu harus benar-benar mampu atau mahir memainkan stiknya.
  5. Interview. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana visi atau misi semua calon anggota. Yang terpenting di tahap ini yaitu, kita mendapatkan anak yang benar-benar semangat dan mempunyai keinginan yang tinggi untuk bisa. Jangan sampai ada anak yang ingin menjadi anggota drum band hanya sekedar untuk gagah-gagahan saja.
  6. Rekapitulasi hasil test. Setelah ke lima tahap diatas sudah dilakukan, dapatkan calon anggota sesuai dengan jumlah alat yang kita miliki. Jangan dibuat lebih. Karena kasihan nanti kalau anggota drum band tidak kebagian alat waktu latihan.
Juga jangan lupa simpan hasil test yang telah dilakukan. Pengalaman saya, ada beberapa orang yang mundur dari team karena tidak mampu mengikuti program latihan. Kita dapat mencari penggantinya dengan membuka kembali catatan yang disimpan dulu.

Semua tahapan-tahapan test tersebut diatas, adalah berdasarkan pengalaman penulis. Bukan bermaksud untuk menggurui tetapi hanya sekedar berbagi pengalaman saja. Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami hargai demi untuk kemajuan seni drum band atau marching band Indonesia.
Semoga ada manfaatnya.


Arikel terkait :

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More