Sabtu, 28 April 2012

Cara Mengatasi Karakter Pemain Dalam Suatu Team


Cara Mengatasi Karakter Pemain Dalam Suatu Team
Jika anda adalah seorang Pelatih atau Pembina suatu kegiatan, baik itu ekstrakurikuler di sekolah atau club olah raga, sangat penting untuk mengetahui seperti apa karakter setiap anak binaan kita atau pemain dan bagaimana cara mengatasi karakter pemain dalam suatu team. Dengan mengenal karakter setiap individu anggota atau pemain, kita sebagai Pembina atau pelatih olahraga dapat menentukan trik atau teknik apa yang tepat untuk diberikan kepada setiap individu. Karena karakter yang dimiliki anak atau pemain itu berbeda satu dengan yang lainnya. Kita tidak dapat menerapkan suatu keinginan kepada mereka tanpa mengenal lebih dekat siapa sebenarnya dan apa keinginan anak atau pemain. Maksudnya adalah kita harus bisa membedakan trik seperti apa untuk diberikan buat team dengan trik atau teknik buat setiap individu. Tanpa hal tersebut mungkin tingkat keberhasilan kita dalam melakukan pembinaan atau pelatihan relatif sangat kecil.

Sebelum lebih jauh membahas masalah ini, ada baiknya mengetahui dulu pengertian tentang karakter.
Pengertian Karakter.

Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak. Berkarakter artinya mempunyai watak, mempunyai kepribadian. Kamisa, (1997: 281).

Karakter adalah sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu, sejumlah atribut yang dapat diamati pada individu. W.B. Saunders, (1977: 126).

Karakter adalah kepribadian ditinjau  dari titik  tolak etis  atau  moral,  misalnya kejujuran seseorang, biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap. Gulo W, (1982: 29).

Karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang berarti “to mark” yaitu menandai atau mengukir, yang memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek, sementara orang yang berprilaku jujur, suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia. Jadi istilah karakter erat kaitannya dengan personality
(kepribadian) seseorang. Wyne.

Karakter sebagai penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit. Karakter berbeda dengan kepribadian kerena pengertian kepribadian dibebaskan dari nilai. Meskipun demikian, baik kepribadian (personality) maupun karakter berwujud tingkah laku yang ditujukan kelingkungan sosial, keduanya relatif permanen serta menuntun, mengerahkan dan mengorganisasikan aktifitas individu. Alwisol.

Dari semua pengertian karakter diatas dapat disimpulkan bahwa, karakter itu adalah suatu sifat yang terdapat pada setiap orang. Yang dapat menggerakan pribadi setiap orang untuk melakukan sesuatu. Baik itu yang baik atau yang jelek.

Lalu apa yang harus dilakukan jika kita adalah seorang Pembina atau pelatih???

1. Lakukan pendekatan pribadi (personal approach) dalam setiap proses kegiatan berlangsung. Melalui pendekata pribadi Pembina atau pelatih akan langsung mengenal dan memahami anak atau pemain secara lebih mendalam. Hal ini penting dilakukan agar kita dapat menerapkan trik dan teknik latihan yang tepat untuk anak.
Pendekatan pribadi dapat dilakukan pada saat senggang atau istirahat setelah latihan. Berbicara dari hati ke hati dengan setiap anak.
2. Perhatikan dengan teliti cara anak melaksanakan setiap instruksi yang kita berikan. Apakah perintah itu dapat dilaksanakan dengan baik atau hanya asal-asalan saja. Karena kemampuan mengingat dan phisik setiap anak itu tidak sama. Apabila teknik yang diberikan tidak dapat dilaksanakan dengan baik, maka segera mengganti dengan trik yang lain dengan tujuan atau hasil yang sama dengan teknik yang pertama.
3. Selalu mendengarkan setiap keluhan yang diberikan setia anak atau pemain. Karena dengan hal ini kita akan mengetahui apa sebenarnya yang diinginkan mereka saat latihan.
4.   Sifat anak ada yang pekerja keras ada yang hanya sebagai penggembira atau pelengkap saja, Nah untuk yang tipe anak yang penggembira kita harus memberikan trik yang lebih untuk menjadikannya sebagai pekerja keras.
5.  Berkunjung ke rumah anak (home visit) sesekali perlu dilakukan. Dengan kunjungan ini kita akan mendapatkan atau mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh anak atau pemain saat mereka tidak latihan.
6. Catat bila perlu karakter setiap pemain. Agar kita dapat memberikan dan memikirkan solusi yang terbaik buat mereka.
7.  Berikan motivasi yang dapat menyentuh langsung kepada sifat dan kepribadian setiap anak. Dengan tujuan untuk memperbaiki kekurangan setiap anak pada saat latihan.
8.  Evaluasi setiap selesai latihan. Lakukan evaluasi individu dan evaluasi secara keseluruhan.
9. Diskusikan dengan partner kita, bagaimana cara mengatasi prilaku anak yang sulit dirubah.
10. Berikan penilaian kepada semua anak atau pemain, apakah mereka layak atau tidak berada dalam sebuat team kita.

Cara mengenal dan memahami anak yang dilakukan oleh setiap Pembina dan Pelatih itu berbeda. Semua point diatas ditulis berdasarkan pengalaman yang pernah penulis dapatkan.

Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca Mengenal Karakter Anak pada blog ini. Semoga ada manfaatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More